Apakah anda pernah bertanya atau ditanya “Emang Bidadari ada sayapnya ya?”. Pertanyaan tersebut acapkali menjadi pertanyaan yang sering dilontarkan mulai dari anak kecil sampai orang dewasa. Sebenarnya tidak ada penjelasan dari Allah dan Rasul-Nya bahwa Bidadari bersayap. Adapun yang bersayap adalah malaikat. Itupun bentuk dan bahan sayap para malaikat pun termasuk ghaib, apakah seperti sayap burung, sayap capung, sayap lebah, atau lainnya, wallaahu a’lam.
Dalam riwayat dijelaskan bahwa Bidadari diciptakan dari tetesan hujan dari awan di bawah Arsy dan Bidadari diciptakan langsung jadi gadis perawan dan terus gadis perawan.
Allah SWT berfirman:
“Sesungguhnya Kami menciptakan mereka (bidadari-bidadari) dengan langsung. Dan Kami jadikan mereka gadis-gadis perawan. Penuh cinta lagi sebaya umurnya. (Kami ciptakan mereka) untuk golongan kanan, (yaitu) segolongan besar dari orang-orang yang terdahulu. Dan segolongan besar pula dari orang-orang yang kemudian.” (QS. Al-Waaqi’ah [56]: 35-40)
Penjelasan lain mengenai Bidadari, Ath-Thabrani meriwayatkan dari Ummu Salamah ra, dia berkata,
Saya pernah bertanya, ”Ya Rasulullah, beritahu saya tentang mereka yang diceritakan Allah Ta’ala dalam firmanNya, ”Dan (dalam surga) ada bidadari-bidadari yang bermata jeli.” (QS. al-Waqi’ah: 22).
Beliau bersabda, ”(mereka adalah) bidadari-bidadari yang bermata jeli. Pelupuk mata bidadari-bidadari itu (selalu berkedip-kedip) bagaikan sayap burung nasar.”
Saya berkata, ”Beritahu saya tentang firman-Nya, ”Laksana mutiara yang tersimpan dengan baik.” (QS. al-Waqi’ah 23).
Beliau bersabda, ”(Mereka berkulit) jernih sejernih mutiara yang tersimpan dalam kerangnya, yang belum tersentuh tangan-tangan (manusia).”
Saya berkata, ”Ya Rasulullah, beritahu saya tentang firman-Nya ”Di dalam Surga-surga itu ada bidadari-bidadari yang baik lagi cantik jelita.” (QS. ar-Rahman: 70)
Beliau bersabda, ”(Mereka) baik akhlaknya, cantik jelita wajahnya.”
Saya berkata, ”Ya Rasulullah, beritahu saya tentang firman-Nya, ”Seolah-olah mereka adalah telur yang tersimpan dengan baik.” (QS. ash-Shaffat: 49)
Beliau bersabda, ”Kelembutan mereka selembut selaput dalam telur yang ada di balik cangkangnya, yaitu kulit ari yang lekat pada putih telur.”
Oleh karena itu ketika ada “Bidadari” yang digambarkan dengan bersayap apalagi dengan pakaian yang seksi, tentu hal itu merusak aqidah Umat. Bukan tidak mungkin ada kaum muslimin yang akan terpengaruh. Ketika muncul pemahaman-pemahaman yang keliru tentang bidadari, membuat hati jadi terusik. Ingin meluruskan agar aqidah Umat, khususnya adik-adik kita, selamat dari pemahaman-pemahaman yang muncul dari khayalan-khayalan yang salah.















sensor
ya sah2 aja… mau bidadari ada sayapnya… apa mau kucing ada sayabnya…. trus nyong mikiri…ya ora ..ooooo….. gari ndeleng bae si wis………….. modrn brooooooooooo
komentar anda tidak bermutu….
emang bidadari Ada? Hari gene msh percaya dongeng kayak gini ….. orang gurun kaleee
artikel sama pic’a ga relevan, mohon klo artikel ttg ilmu agama ya udah, jgn nampilkan picture yg ‘vulgar’ gtu… anehhh
“setuju, sama yg diatas ane..
harusnya lebih sesuaikan untuk pengambilan gambar ilustrasinya, mbok diedit dululah, atau diganti pake gambar yg lebih pantas.. thx
toh kita juga engga pernah tahu bidadari itu seperti apa bentuknya karena itu adalah rahasia Allah..
ada-ada aja “beliau” itu…
kasian ya para wanita, tidak ada bidadara. mereka jadinya korban napsu saja.
kita yang waras, menggambarkan bidadari itu sebagai sosok yang cantik, bersih, bersayap atau tidak itu penggambaran saja terhadap bentuk keindahan.