Berbagai upaya untuk mencegah agar para penumpang kereta api untuk tidak duduk diatas atap kereta api sebenarnya telah dilakukan oleh pihak PT. Kereta Api Indonesia (KAI), mulai dari penyemprotan, pemasangan pintu koboi yang dialiri listrik tegangan tinggi sampai dengan pemasangan bola beton, namun nampaknya usaha tersebut sia-sia belaka karena para Atapers, sebutan untuk penumpang yang duduk diatap kereta api, tetap saja melakukan aksinya tersebut.
Belajar dari pengalaman tersebut sebenarnya ada cara yang sederhana, yaitu dengan memasang kawat berduri yang menutupi seluruh permukaan atap kereta api. Cara ini memang pernah dipakai sebelumnya namun bukan pada atap kereta api tapi pada peron stasiun kereta, dengan cara ini tentu saja Atapers masih ada celah untuk bisa naik dan duduk dengan lapang di atap kereta api. Coba seluruh permukaan atap kereta api dipasangi kawat berduri tentu saja Atapers tidak akan dapat duduk di atap kereta dengan nyaman.
Selain dipasang dengan kawat berduri bisa saja atap kereta dibuat dengan bentuk yang tidak datar. Bisa dengan bentuk segitiga yang meruncing keatas atau bentuk lain yang membuat Atapers tidak akan dapat duduk di atap kereta. Cara yang terakhir ini mungkin membutuhkan biaya yang lebih tinggi karena harus memproduksi kereta baru. Jadi untuk lebih hematnya ya dengan memasang kawat berduri yang menutupi seluruh permukaan atap kereta pada kereta yang telah ada sekarang.
Dan ada satu lagi cara terakhir yang mungkin tak akan pernah terpikirkan oleh siapapun. Cara tersebut adalah dengan membuat kereta api yang tidak ada atapnya. Bagaimana Atapers mau duduk di atap kereta api? Lha wong atapnya saja nggak ada! Hehehe……
Semoga berguna.











hehhehehhec kalo gak atapnya pakai kawat berduri
Iya.. bener khan Mas Tri..?? Yg jadi permasalahan khan karena Atapers naik ke atap, kenapa nggak atapnya aja yg dikasih kawat berduri, dijamin nggak ada lg Atapers….
sekalian suruh dikorup aja atapnya